Jumat, 10 Januari 2014

CPU


 CPU
A. Pengertian CPU
CPU (Central Processing Unit) adalah otak atau sumber dari komputer yang mengatur dan memproses seluruh kerja komputer. CPU ini berbentuk IC yang diberi nama sesuai dengan tipenya, misalnya 8088 untuk PC XT dan 80286 untuk PC AT,Pentium IV dan sebagainya. Karena CPU ini berada pada suatu board (papan) yang disebut motherboard dan terletk dalam kotak (casing), sekarang ini orang jadi cenderung menyebut kotak berisi catu daya, disk drive dan motherboard sebagai CPU/ kotak CPU. Di dalam kotak CPU biasanya terdapat 2 buah disket drive yang diberi nama disket drive A dan disket drive B. selain disket drive ada juga yang mempunyai hard disk dan CD ROM.

B. Fungsi CPU
Fungsi utama CPU adalah menjalankan program-program yang disimpan di memori utama. Hal ini dilakukan dengan cara mengambil instruksi-instruksi dari memori utama dan mengeksekusinya satu persatu sesuai dengan alur perintah. Pekerjaan ini dilakukan dalam dua tahapan yaitu membaca instruksi (fetch) dan melaksanakan instruksi tersebut (execute). Proses membaca dan melaksankan ini dilakukan berulang-ulang sampai semua instruksi yang terdapat di memori utama dijalankan atau komputer dimatikan. Proses ini dikenal juga sebagai siklus fetch-eksekusi.

a) Siklus fetch-eksekusi bisa dijelaskan sebagai berikut
i. Di awal setiap siklus, CPU akan membaca dari memori utama,
ii. Sebuah register, yang disebut Program Counter (PC), akan mengawasi dan menghitung instruksi selanjutnya,
iii. Ketika CPU membaca sebuah instruksi, Program Counter akan menambah satu hitungannya,
iv. Lalu instruksi-instruksi yang dibaca tersebut akan dimuat dalam suatu register yang disebut register instruksi (IR), dan akhirnya
v. CPU akan melakukan interpretasi terhadap instruksi yang disimpan dalam bentuk kode binari, dan melakukan aksi yang sesuai dengan instruksi tersebut.


b) Siklus Intruksi
i. Instruction Addess Calculation (IAC), yaitu mengkalkulasi atau menentukan alamat instruksi berikutnya yang akan dieksekusi. Biasanya melibatkan penambahan bilangan tetap ke alamat instruksi sebelumnya. Misalnya, bila panjang setiap instruksi 16 bit padahal memori memiliki panjang 8 bit, maka tambahkan 2 ke alamat sebelumnya.
ii. Instruction Fetch (IF), yaitu membaca atau pengambil instruksi dari lokasi memorinya ke CPU.
iii. Instruction Operation Decoding (IOD), yaitu menganalisa instruksi untuk menentukan jenis operasi yang akan dibentuk dan operand yang akan digunakan.
iv. Operand Address Calculation (OAC), yaitu menentukan alamat operand, hal ini dilakukan apabila melibatkan referensi operand pada memori.
v. Operand Fetch (OF), adalah mengambil operand dari memori atau dari modul I/O.
vi. Data Operation (DO), yaitu membentuk operasi yang diperintahkan dalam instruksi.
vii. Operand store (OS), yaitu menyimpan hasil eksekusi ke dalam memori

Sub Siklus Intruksi
a. Fetch : membaca instruksi berikutnya dari memori ke dalam CPU
b. Execute : menginterpretasikan opcode dan melakukan operasi yang diindikasikan
c. Interrupt : Apabila interrupt diaktifkan dan interrupt telah terjadi, simpan status proses saat itu dan layani interrupt.

Aksi – Aksi CPU
i. CPU Memori, perpindahan data dari CPU ke memori dan sebaliknya
ii. CPU – I/0, perpindahan data dari CPU ke modul I/0 dan sebaliknya
iii. Pengolahan Data, CPU membentuk sejumlah operasi aritmatika dan logika terhadap data
iv. Kontrol, merupakan instruksi untuk pengontrolan fungsi atau kerja. Misalnya instruksi pengubahan urusan eksekusi

C. Komponen – Komponen CPU
a) Control Unit yang mampu mengatur jalannya program. Komponen ini sudah pasti terdapat dalam semua CPU. CPU bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. Termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil intruksi-intruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output.
Tugas dari control unit ini adalah:
 Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output
 Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
 Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
 Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU
 Menyimpan hasil proses ke memori utama.




Sumber : http://dik58.blogspot.com/2012/11/pengertian-cpu-dan-fungsinya.html

Rabu, 27 November 2013

ARSITEKTUR & ORGANISASI KOMPUTER



ARSITEKTUR & ORGANISASI KOMPUTER

I.              PENGERTIAN
Arsitektur Komputer mempelajari atribut ‑ atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. contoh: set instruksi, aritmetilka yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/0.
Organisasi Komputer mempelajari bagian yang terkait dengan unit‑unit operasional computer dan hubungan antara komponen sistem komputer. contoh: sinyal kontrol, interface, teknologi memori.

II.           PERBEDAAN
Arsitektur Komputer
Adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah Arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue gene, dll.

Organisasi Komputer
Adalah bagian yang terkait erat dengan unit – unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, dan sinyal – sinyal kontrol.
Arsitektur komputer lebih cenderung pada kajian atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Dan juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.

III.        STRUKTUR & FUNGSI
Struktur & Fungsi :
  • Struktur adalah sistem yang berinteraksi dengan cara tertentu dengan dunia luar.
  • Fungsi adalah operasi dari masing-masing komponen yang merupakan bagian dari struktur.
Fungsi dari komputer adalah :
  • Fungsi Operasi Pengolahan Data
  • Fungsi Operasi Penyimpanan Data
  • Fungsi Operasi Pemindahan Data
  • Fungsi Operasi Kontrol 

Unit Fungsional Dasar Komputer
Ada 5 unit fungsional dasar dari komputer :
  • Input
  • Memori
  • Arithmetic dan logic
  • Control
  • Output

Input diterima dari informasi yang diberikan pengguna melalui alat-alat input, misalnya keyboard dan mouse. Informasi ini lalu disimpan dalam memori komputer untuk penggunaan berikutnya atau proses selanjutnya yang dilakukan oleh arithmetic dan logic (ALU) atau bagian dari prosesor, untuk mendapatkan pengolahan yang diinginkan. Lalu, hasil pengolahan ini dikirim balik ke pengguna dengan alat output, seperti monitor dan speaker. Semua proses di atas dikoordinasi oleh unit kontrol.

Sumber : http://rosdianasetiawan.blogspot.com/2013/02/perbedaan-arsitektur-organisasi-komputer.html

Selasa, 19 November 2013

ETIKA MENULIS DI INTERNET



ETIKA MENULIS DI INTERNET
            Dulu kebanyakan orang menggunakan media cetak maupun media elektronik untuk berbagi informasi dan maupun mencari informasi. Namun di era globalisasi seperti sekarang ini, kita tidak lagi mencari informasi maupun berbagi informasi hanya melalui media cetak saja, namun sekarang terdapat media internet  seperti blog, website, dan lainnya yang dapat kita jelajahi kapanpun, dimanapun dan oleh siapapun.Sama halnya dengan menulis pada media cetak, menulis di internet juga mempunyai etika yang harus di pahami dan di lakukan.
Agar tulisan-tulisan yang kita tulis mudah dipaham & tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.Selain itu, Sering sekali kita menemukan tulisan-tulisan yang tidak sopan sehingga merugikan orang lain. Selain merugikan orang lain, tulisan-tulisan yang tidak sopan dapat membuat penulis dapat dihukum pidana. Undang undang yang mengatur tentang penulisan di internet diatur dalam UU ITE, UU Pers dan KUHP yang apabila terbukti melanggar hukum kita dapat dijerat. Berikut Ini saya mengutip beberapa etika menulis di internet dari blog yang saya baca mengenai.
  1. Tidak mengandung SARA dan hal-hal pornografi
  2. Tidak merugikan banyak orang
  3. Sopan dalam penulisannya
  4. Tidak membajak karya orang lain tanpa ijin.
  5. Bahasa yang digunakan harus sesuai etika penulisan.
  6. Cantumkan sumber yang kita baca.
  7. Menggunakan EYD yang benar
Kita memang mempunyai kebebasan dalam menyalurkan pendapat, akan tetapi kita juga harus ingat bahwa kebebasan itu juga ada batasnya, selama apa yang kita tulis dan kita publikasikan itu tidak merugikan orang lain dan bermanfaat . Beberapa poin diatas minimal harus kita terapkan, karena jika kita tidak memperhatikannya , mungkin saja tulisan yang kita buat dapat merugikan ataupun membuat perpecahan kepada orang lain. Selain itu juga dapat merugikan diri kita sendiri





Kamis, 18 Juli 2013

Tari Jaipong



TARI JAIPONG
            Tari Jaipong adalah tarian salah satu tarian tradisional daerah yang berasal dari daerah Jawa Barat. Asal mula Tari Jaipong diperkenalkan pertama kali oleh seoraang seniman yang berasal dari Bandung  bernama Gugum Gumira sekitar tahun1960 an. Tujuan dicipiptakan Tari Jaipong adalah untuk menciptakan suatu tarian tradisional yang berdasarkan dari kekayan seni masyarakat nusantara, terutama seni yang berasal dari Jawa Barat. tari jaipong berasal dari beberapa kesenian rakyat yang sudah ada sebelumnya seperti Ketuk tilu, Kliningan, dan Ronggeng. Tari Jaipong disajikan dalam beberapa gerakanyakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas dan kesederhanaan (alami/apa adanya).
            Tari Priangan misalnya, pada masyarakat elite, tari pergaulan dipengaruhi oleh beberapa seni tarian elite seperti dansa dari Barat. Tari priangan juga sangat dipengaruhi oleh beberapa seni kebudayaan lokal. Sementara itu Ronggeng dalam tariani pergaulan sudah tidak  lagi berfungsi sebagai tarian untuk untuk kegiatan upacara, melainkan hanya uuntuk acara hiburan semata.. Tari ronggeng dalam seni pertunjukan, memiliki beberapa daya tarik yang mengundang simpati dari beberapa kaum pamogoran. Misalnya seperti pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda.  Kesenian ini cukup populer sekitar tahun 1916. Sebagai salah satu seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh beberapa unsur-unsur sederhana. Gerakan tarinya juga tidak memiliki pola gerak yang tetap, karena selalu berubah-ubah. Kostum yang digunakan para penari juga cukup  sederhana, karena melambangkan  sebagai cerminan kerakyatan.
            Kehadiran Tari Jaipong memberikan pengaruh  yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih giat lagi dalam mencari jenis tarian rakyat yang sebelumnyatarian rakyat sangat kurang diperhatikan. Dengan adanya tari Jaipongan ini, dimanfaatkan oleh beberapa penggiat seni tari untuk membuka  kursus-kursus tari Jaipongan, Selain itu, dimanfaatkan pula oleh beberapa pengusaha tempat hiburan malam sebagai pemikat tamu undangan, dimana perkembangannya membuka peluang usaha bagi para penggiat tari, sebagai usaha pemberdayaan ekonomi.
            Saat ini Tari Jaipong disebut sebagai salah satu  kesenian tradisonal yang cukup terkenal dari daerah  Jawa Barat, hal ini sangat berhubungan pada beberapa acara penting yang berkaitan dengan hadirnya tamu dari negara asing yang datang berkunjung ke Jawa Barat, maka disambut dengan pertunjukan Tari Jaipong. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke mancanegara juga dilengkapi dengan tari Jaipongan. Tari Jaipong cukup banyak memengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukan wayang, degung, genjring/terbangan, kacapi jaipong, dan hampir semua pertunjukan rakyat.

Sumber :
http://www.lokerseni.web.id/2011/07/asal-usul-tari-jaipong-jawa-barat.html




TARI JAIPONG
            Tari Jaipong adalah tarian salah satu tarian tradisional daerah yang berasal dari daerah Jawa Barat. Asal mula Tari Jaipong diperkenalkan pertama kali oleh seoraang seniman yang berasal dari Bandung  bernama Gugum Gumira sekitar tahun1960 an. Tujuan dicipiptakan Tari Jaipong adalah untuk menciptakan suatu tarian tradisional yang berdasarkan dari kekayan seni masyarakat nusantara, terutama seni yang berasal dari Jawa Barat. tari jaipong berasal dari beberapa kesenian rakyat yang sudah ada sebelumnya seperti Ketuk tilu, Kliningan, dan Ronggeng. Tari Jaipong disajikan dalam beberapa gerakanyakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas dan kesederhanaan (alami/apa adanya).
            Tari Priangan misalnya, pada masyarakat elite, tari pergaulan dipengaruhi oleh beberapa seni tarian elite seperti dansa dari Barat. Tari priangan juga sangat dipengaruhi oleh beberapa seni kebudayaan lokal. Sementara itu Ronggeng dalam tariani pergaulan sudah tidak  lagi berfungsi sebagai tarian untuk untuk kegiatan upacara, melainkan hanya uuntuk acara hiburan semata.. Tari ronggeng dalam seni pertunjukan, memiliki beberapa daya tarik yang mengundang simpati dari beberapa kaum pamogoran. Misalnya seperti pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda.  Kesenian ini cukup populer sekitar tahun 1916. Sebagai salah satu seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh beberapa unsur-unsur sederhana. Gerakan tarinya juga tidak memiliki pola gerak yang tetap, karena selalu berubah-ubah. Kostum yang digunakan para penari juga cukup  sederhana, karena melambangkan  sebagai cerminan kerakyatan.
            Kehadiran Tari Jaipong memberikan pengaruh  yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih giat lagi dalam mencari jenis tarian rakyat yang sebelumnyatarian rakyat sangat kurang diperhatikan. Dengan adanya tari Jaipongan ini, dimanfaatkan oleh beberapa penggiat seni tari untuk membuka  kursus-kursus tari Jaipongan, Selain itu, dimanfaatkan pula oleh beberapa pengusaha tempat hiburan malam sebagai pemikat tamu undangan, dimana perkembangannya membuka peluang usaha bagi para penggiat tari, sebagai usaha pemberdayaan ekonomi.
            Saat ini Tari Jaipong disebut sebagai salah satu  kesenian tradisonal yang cukup terkenal dari daerah  Jawa Barat, hal ini sangat berhubungan pada beberapa acara penting yang berkaitan dengan hadirnya tamu dari negara asing yang datang berkunjung ke Jawa Barat, maka disambut dengan pertunjukan Tari Jaipong. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke mancanegara juga dilengkapi dengan tari Jaipongan. Tari Jaipong cukup banyak memengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukan wayang, degung, genjring/terbangan, kacapi jaipong, dan hampir semua pertunjukan rakyat.

Sumber :
http://www.lokerseni.web.id/2011/07/asal-usul-tari-jaipong-jawa-barat.html